Koran Kontras : Bukan hanya batubara yang bisnisnya lagi lesu,
batu akik yang sempat booming beberapa waktu lalu kini juga sudah lesu. Penjualan batu akik tidak seramai
dulu lagi karena masyarakat sudah tidak banyak yang berburu batu akik. Asep penjual batu akik asal Garut
Jawa Barat yang membuka lapak setiap malam di pasar mabuun juga merasakan
lesunya bisnis batu akik sekarang ini. lesunya setelah lebaran mas, kita bisa menjual dua biji batu
akik saja sekarang ini sudah syukur ceritanya kepada korankontras.net. Padahal ketika batu akik masih ramai dulu Ia dan satu orang
temannya bisa menjual minimal 25 batu akik setiap harinya dari berbagai jenis
batu akik yang dibawanya dari Garut. Batu akik yang dijualnya dari yang harga empat juta rupiah
sampai yang harganya puluhan ribu saja, yang laing laris dari penglamannya
berjualan adalah yang harganya menengah sekitar ratusan ribu rupiah. Orang berburu batu di gunung-gunung di Tabalong
juga sudah mulai sepi, Yoyo salah seorang yang memiliki hoby mencari batu di
gunung juga sudah mulai mengurangi aktivitasnya, sekarang lagi males mas
mencari batu teman-teman juga males mungkin karena sudah banyak batu kita
kumpulkan terangnya.
Kontan : Tak
banyak yang bisa dilakukan para pedagang dalam menghadapi lesunya penjualan
akibat tren batu akik mulai meredup. Satu-satunya strategi yang bisa diterapkan
pedagang adalah memberi potongan harga kepada para pelanggan tokonya. Lebih
dari itu, mereka hanya bisa menyimpan stok dagangan sambil berharap musim batu
akik dan mulia kembali marak. Layaknya
sebuah hobi, tren batu akik dan permata juga mulai memasuki titik jenuh.
Kondisi ini menyebabkan anjloknya omzet para pedagang di sentra penjualan batu
akik dan permata Rawa Bening, Jakarta Timur. Salah satunya dialami toko
Sumber Giok Trading Co, Jakarta Gems Centre (JGC). Menurut Titin, pengelola
toko Sumber Giok, penurnunan penjualan sudah terasa sejak memasuki bulan
Ramadan tahun ini. Pada bulan tersebut, masyarakat mulai mengerem hobinya mengoleksi
batu akik. Mereka memilih mengalokasikan biaya hobinya untuk persiapan hari
raya Lebaran ketimbang membeli batu. Apalagi,
Lebaran tahun ini berdekatan dengan musim tahun ajaran baru pendidikan.
Berdasarkan fakta-fakta tersebut diatas
bahwa memang perdagangan batu akik sangatlah lesu Dengan pertumbuhan ekonomi
global yang sangat lemah; Dengan kenaikan harga-harga bahan pokok yang membuat
daya beli masyarakat Indonesia sangat turun drastic. Untuk sedikit mendongkrak
penjualan pengrajin batu akik didaerah tangerang selatan, khususnya daerah Setu,Viktor, Muncul dan sekitarnya; Perbatangs (Persudaraan Batu Akik Tangerang
Selatan) mengadakan
Bazar Murah Bahan Batu Akik dengan harga yang sangat fantastis murah yaitu sekitar Lima Ribu (Rp 5.000,-). Harga tersebut adalah
harga perpotong, kurang lebih bisa dibuat untuk 2 bh cincin ukuran office
(Sedang). Bahan Batu Akik yang dijual Lima Ribuan itu bukanlah bahan batu yang
jelek, bahkan batu yang dijual murah itu termasuk batu yang lumayan bagus
seperti : Batu Lumut Kembang Api (Variant Baru dari Bengkulu) ada juga lumut
merah dari sukabumi, black opal, anggur dan ada bahan pancawarna dari beberapa
daerah.
Pak Jon (Ketua Perbatangs) mengatakan : Mudah-mudahan dengan murahnya beberapa bahan batu akik, penjualan batu akik Khususnya buat pengarajin batu akik di wilayah setu dan sekitarnya bisa bertahan di masa ekonomi yang sulit ini. SEMOGA PAK !!
Pak Jon (Ketua Perbatangs) mengatakan : Mudah-mudahan dengan murahnya beberapa bahan batu akik, penjualan batu akik Khususnya buat pengarajin batu akik di wilayah setu dan sekitarnya bisa bertahan di masa ekonomi yang sulit ini. SEMOGA PAK !!
by : PR
Tidak ada komentar:
Posting Komentar