Pages

Kamis, 10 September 2015

Mendongkrak Pengrajin Batu Akik


Koran Kontras Bukan hanya batubara yang bisnisnya lagi lesu, batu akik yang sempat booming beberapa waktu lalu kini juga sudah lesu. Penjualan batu akik tidak seramai dulu lagi karena masyarakat sudah tidak banyak yang berburu batu akik. Asep penjual batu akik asal Garut Jawa Barat yang membuka lapak setiap malam di pasar mabuun juga merasakan lesunya bisnis batu akik sekarang ini. lesunya setelah lebaran mas, kita bisa menjual dua biji batu akik saja sekarang ini sudah syukur ceritanya kepada korankontras.net. Padahal ketika batu akik masih ramai dulu Ia dan satu orang temannya bisa menjual minimal 25 batu akik setiap harinya dari berbagai jenis batu akik yang dibawanya dari Garut. Batu akik yang dijualnya dari yang harga empat juta rupiah sampai yang harganya puluhan ribu saja, yang laing laris dari penglamannya berjualan adalah yang harganya menengah sekitar ratusan ribu rupiahOrang berburu batu di gunung-gunung di Tabalong juga sudah mulai sepi, Yoyo salah seorang yang memiliki hoby mencari batu di gunung juga sudah mulai mengurangi aktivitasnya, sekarang lagi males mas mencari batu teman-teman juga males mungkin karena sudah banyak batu kita kumpulkan terangnya.

Kontan : Tak banyak yang bisa dilakukan para pedagang dalam menghadapi lesunya penjualan akibat tren batu akik mulai meredup. Satu-satunya strategi yang bisa diterapkan pedagang adalah memberi potongan harga kepada para pelanggan tokonya. Lebih dari itu, mereka hanya bisa menyimpan stok dagangan sambil berharap musim batu akik dan mulia kembali marak. Layaknya sebuah hobi, tren batu akik dan permata juga mulai memasuki titik jenuh. Kondisi ini menyebabkan anjloknya omzet para pedagang di sentra penjualan batu akik dan permata Rawa Bening, Jakarta Timur.  Salah satunya dialami toko Sumber Giok Trading Co, Jakarta Gems Centre (JGC). Menurut Titin, pengelola toko Sumber Giok, penurnunan penjualan sudah terasa sejak memasuki bulan Ramadan tahun ini. Pada bulan tersebut, masyarakat mulai mengerem hobinya mengoleksi batu akik. Mereka memilih mengalokasikan biaya hobinya untuk persiapan hari raya Lebaran ketimbang membeli batu. Apalagi, Lebaran tahun ini berdekatan dengan musim tahun ajaran baru pendidikan. 

Berdasarkan fakta-fakta tersebut diatas bahwa memang perdagangan batu akik sangatlah lesu Dengan pertumbuhan ekonomi global yang sangat lemah; Dengan kenaikan harga-harga bahan pokok yang membuat daya beli masyarakat Indonesia sangat turun drastic. Untuk sedikit mendongkrak penjualan pengrajin batu akik didaerah tangerang selatan, khususnya daerah Setu,Viktor, Muncul dan sekitarnya; Perbatangs (Persudaraan Batu Akik Tangerang Selatan) mengadakan Bazar Murah Bahan Batu Akik dengan harga yang sangat fantastis murah yaitu sekitar  Lima Ribu (Rp 5.000,-). Harga tersebut adalah harga perpotong, kurang lebih bisa dibuat untuk 2 bh cincin ukuran office (Sedang). Bahan Batu Akik yang dijual Lima Ribuan itu bukanlah bahan batu yang jelek, bahkan batu yang dijual murah itu termasuk batu yang lumayan bagus seperti : Batu Lumut Kembang Api (Variant Baru dari Bengkulu) ada juga lumut merah dari sukabumi, black opal, anggur dan ada bahan pancawarna dari beberapa daerah.
Pak Jon (Ketua Perbatangs) mengatakan : Mudah-mudahan dengan murahnya beberapa bahan batu akik,  penjualan batu akik Khususnya buat pengarajin batu akik di wilayah setu dan sekitarnya bisa bertahan di masa ekonomi yang sulit ini.  SEMOGA  PAK !!



by : PR